Tugas 10-Nada

Tema : Fantasi

Petunjuk Gambar : Kuda, Naga

Petunjuk Cerita : Naga

Judul : Naga Semangka

Penulis : Nada

Sampul depan:

Sampul Belakang

Punggung Buku

Cerita:

NAGA SEMANGKA

“Assalamu`alaikum…” Suara Tiwi mulai terdengar, pertanda akan pergi.
“Wa`alaikum salam. Hati-hati ya ma..!” Si kembar menjawab salam.
Tinggallah mereka berdua di dalam rumah. Chiki melakukan hobinya.
Chiko hanya menonton Chiki yang sedang menumbuk-numbuk daun dan buah-buahan kecil yang tidak terlalu dia kenal.
“Chiki…Chiko…” Terdengarlah suara yang sudah mereka kenal.
“Eh..siapatuh?” tanyak Chiko sembari melihat kebelakang.
“Oh..Mimi..kirain siapa tadi,” kata Chiko. Oh..ternyata Mimi, seekor anak kucing.
Mimi melihat tumbukan itu dengan serius, Entah apa yang dipikirkannya. Setelah beberapa menit, Mimi mulai bertatanya.
“Untuk apa yang kamu tumbuk itu?” Mimi mulai bertanya.
“Ini obat,untuk orang berobat,” kata Chiki yang tak henti-henti menumbuk tumbuhan tersebut.
Setengah jam kemudian…
Satu persatu pekerjaan mereka sudah selesai. Mereka mulai bosan dengan pekerjaan mereka sekarang ini,terlebih lagi Chiko dan Mimi. Mereka pun segera keluar untuk bermain. Mimi memberi ide agar bermain petak umpet. Mereka pun Akhir nya bermain petak umpet.
Setelah lima kali putaran, Mimipun Akhinya pulang karena sudah jam setengah dua.
“Aku pulang dulu ya..,kalau Aku main panas-panasan,nanti sakit,” kata Mimi. “Mimi memang anak yang disiplin gak seperti Chiko, sebentar-bentar main,” kata Chiki dalam hati nya.
Chiko mengajak Chiki entah kemana.
“Kamu mau ngajak Aku kemana Chiko?kok jauh kali?” tanyak Chiki.
“Tenang saja,ini dekat rumah kita,” kata Chiko santai sembari menunjuk ke arah rumah mereka.
Ternyata dia ingin mengambil buah semangka.
“Ini kan jam dua,waktu nya kita makan,” kata Chiko.
Chiko mengambil buah semangka yang agak busuk. Mereka mematuk-matuk buah semangka tersebut untuk memakan seekor ulat. Patukan mereka itu sangat dalam karena setiap mematuk, si ulat mengikuti kearah lobang yang dipatuk. Mereka terus mengejar ulat dengan terus mematuk. Ketika sedang mematuk..,Tiba-tiba…
Huaa…!!
Chiki dan Chiko meluncur entah kemana. Mereka pun sampai di permukaan yang tak mereka kenal sedikit pun.
“Ada manusia rupa nya disini.” Suara menyeramkan itu membuat Chiki dan Chiko takut.Si kembar itu menghadap ke belakang.
“Huaa..!!Naga..!!Siapa manusia??” tanya mereka.
“Kalianlah, siapa lagi kalau bukan kalian?” kata Naga itu.Chiki dan Chiko melihat sayap nya.
“Ya Allah,kok badan kita berubah menjadi seperti manusia??” sontak mereka berdua serempak.
“Sudah jangan banyak alasan, Sekarang waktunya kalian menjadi makanan ku siang ini” kata Naga itu,Chiki dan Chiko langsung terkejut,Si kembar itu pun lari sekuat tenaga.
Dan Bruk..
Chiki dan Chiko menabrak Seekor kuda.
“Sorii…,” kata Chiki.
“Tidak apa-apa,sekarang kau naik di punggung ku,” kata kuda itu.
“Aku ini kuda baik,” lanjut kuda itu lagi. Tunggu apa lagi? Naga sudah dekat. Mereka pun menaiki punggung kuda putih itu.
“Nama kau siapa?” tanya Chiko.
“Namaku Hermex seperti yang ada di punggung ku itu,” jawab kuda itu (Hermex).
Hermax adalah seekor kuda jantan yang suka berlari kencang sehingga membuat Chiko dan Chiki harus berpegangan kuat. Warna bulu nya putih,di punggung nya ada tulisan Hermex. Mereka akhirnya sampai disebuah tempat yang seperti perumahan. Rumah-rumah disana sangatlah aneh. Bentuk nya sama. Bulat dan bulat lonjong.
“kita aman di sini?” tanya Chiki dengan wajah cemas.
“Tidak,” kata Hermex sambi menggeleng.
“Kalau begitu kita pindah dari sini,” pinta Chiko.
“kalau kami pindah,dia selalu mengikuti kami. Jadi kami nggak bisa pindah,” kata Hermex.
Mereka memasuki rumah yang sangat besar.Itu adalah rumah nya Hermex. Mereka mengobrol bersama.
“Oiya,kenapa kita bisa jadi manusia?Aku tidak pernah memakai topi secantik ini, aku juga tidak pernah memakai jilbab,dan juga baju kembang seperti putri,” kata Chiki.
“ini adalah Dunia semangka ajaip,” kata Hermex.
“Yang seperti aku bilang tadi, kita harus pindah,” kata Chiko.
“Bagaimana caranya?” tanya Hermex.
“Jika kalian ingin mengucapkan sesuatu kalian berbisik-bisik ya..”lanjut Hermex.
Mereka mulai berpikir keras.
“Bagaimana kalau kita pindah di malam hari” Usulan dari Chiko itu sangat bagus. Akan tetapi, ada satu penghalang. Apakah itu?
“Itu memang ide terbagus. Cuman..,kau itu bermadsud pindah ketika naga itu tidur kan?”Tanyak Hermex.
“Iya,maksudku warga-warga pindah secepat nya ketika malam hari,” jawab Chiko.
“Dia berjaga-jaga di malam hari,dan tidur di sore hari”kata Hermex.
“Kalau begitu, Kita pindah di Sore hari saja,” kata Chiki. Semua mengangguk.
“Perkenalkan namaku Nadila” kata seorang gadis perempuan. Chiki dan Chiko pun berkenalan bersama Nadila.
Semua Warga-warga membereskan Barang-barang yang ingin dibawa pindah. Hermex dan Chiko berjaga –jaga ketika ada Naga. Chiki dan Nadila membantu warga membereskan barang-barang. Sore pun tiba. Warga-warga sudah siap untuk pindah. Kali ini mereka memakai kendaraan seperti kuda,keledai,sapi,mobil,dan honda.
Kali ini mereka berhasil pindah. Tempat nya sangat Aman. Mereka membangun rumah yang sangat besar. Disitulah mereka tinggal bersama. Mereka mengobrol bersama. Mereka menyantap makanan dengan senang keculi Nadila.
“Nadila kamu kenapa?kamu sakit ya?” tanya Chiki. Perkataan itu membut semua orang diam melihat Nadila. Nadila tetap tidak menjawab.
“Aku tidak sakit,Aku hanya ingin membunuh Naga itu karena Naga itulah yang membunuh ibuku. Aku mohon kepada kalian, kita harus berperang membunuh Naga itu,” kata Nadila. Semua setuju dengan permintaan Nadila.
“Baiklah kami mau menolong kamu, maksud ku kami mau berperang membunuh Naga itu,” kata Chiki.
“Hari apa kita melawan Naga itu?” tanyak Hermex.
“Lima hari lagi” jawab Chiko.
Mereka berlatih semampu mungkin. Sebenarnya mereka adalah orang yang paling pemalas. Karena akan ada peperangan, mereka pun mendadak jadi rajin.
***
Keesokan hari nya…
Kring…Kring…Kring…
Suara lonceng berbunyi. Lonceng itu tidak berhenti berbunyi jika mereka tidak segera bangun. Nadila membangunkan Chiki,Chiko,dan Hermex lebih awal. Chiki dan Chiko merenung di kamar mereka. Mereka memegang sebuah potoTiwi dan mereka berdua sambil menangis. Mereka membaca tulisan di dalam Foto itu. Chiki dan Chiko kesayangan ku. Mereka membaca tulisan hampir tak bersuara.
“Sabar ya….Kami janji akan kembalikan kamu kenegeri kamu semula setelah peperangan ini,” kata Hermex sambil menggosok gosok punggung Chiki dan Chiko. Mereka pun pergi ke lapangan untuk melanjutkan latihan mereka hari ini.

Setelah Beberapa hari mereka berlatih. Peperangan pun di mulai. Mereka menyiapkan pasukan yang sangat banyak. Semua gagah dan kuat. Seperti ingin membunuh seribu singa. Berepa menit setelah itu mereka sampai di kerajaan Naga.
“Oh…ini lah yang aku tunggu dari dulu,HAHAHA….!!! Kalian tidak akan bisa mengalahkan ku,kalian pas…” Tiba-tiba perkataan Naga terputus karena Nadila menyabet pisau kearah Kaki Naga. Nadila geram mendengar perkataan Naga. Nadila membuat Naga itu marah. Bukan marah karena kesakitan tetapi,karena Nadila memotong pembicaraan nya. Naga itu langsung mengejar Nadila. Nadila terkejut, dia pun berlari sekuat tenaga. Naga itu mencakar Nadila. Salah satu dari pasukan menembak kaki Naga itu. Chiki yang memakai baju seperti putri, membawa Nadila pergi.
“Rencana….!!” kata Panglima yang Gagah, yaitu Chiko.
Beberapa pasukan langsung mengambil tali yang berada di dalam plastik. Mereka mengikat kaki Naga. Naga itu terduduk. Chiko pergi menuju Nadila yang sedang diobati oleh seorang gadis yang bertugas mengobati.
“Kamu itu kelewatan, seharusnya kamu tidak menyabet kaki Naga itu,” kata Chiko.
“Maaf,tapi Dia menyakiti hatiku” kata Nadila merasa bersalah.
“HAAAA…….!!!! Aku tidak mau diikat……!!” Teriak Naga itu.Tiba-tiba tali terputus. Naga itu membuat semua orang mati. Semua hampir habis dimakan dan dicakar. Ada juga yang mati karena hanya melihat Naga mengamuk.
“DI MANA KAU NADILAAAA……..!!!!!” kata Naga itu. Chiko pun memerintahkan pasukan agar menjaga Nadila. Naga itu melihat Nadila. Karena Naga itu besar Dan tinggi, Naga itu mendapat kan Nadila. Dia melempar Nadila kearah istananya.Tiba-tiba saja Nadila menghilang. Melihat Nadila menghilang entah kemana, Chiki menjadi marah, dia langsung menembak anak panah sampai lima kali. Chiko melihat kearah orang yang sudah kesakitan. Hanya tinggal Mereka bertiga,yaitu Chiki,Chiko,dan Hermex. Chiko pun langsung meloncat ke arah Naga sambil menyabet-nyabet pisau kearah Naga. Hermex mengikat kaki Naga.
“HUAAA!!” Naga itu mengeluarkan suaranya yang terakhir sambil terduduk. Mereka mendekati naga dengan hati-hati. Chiko memeriksa naga itu apakah sudah mati atau nggak.
“Naga ini masih hidup,” kata Chiki. Naga itu membuka matanya. Chiki terkejut.
“Maaf kan aku Ya!!” kata Naga itu. Chiki langsung tersenyum mulihat Naga itu mengakui kesalahan nya.
“Iya” setelah mendengar jawaban Chiki, Naga menutup matanya.
“Naga…!!Bangun naga…Bangun…!” kata Chiko sambil menangis. Chiki Langsung memeriksa Naga itu lagi.
“Naga ini sudah mati” kata Chiki merasa sedih juga.
“Kenapa kalian Sedih? Seharus nya kita gembira naga ini mati. Ayo gembira…!!Kita menang…!!!” kata Hermex sambil mengangkat tangan Chiki dan Chiko.
“Dia sudah mengakui kesalahan nya, kita tidak boleh gembira kali ketika ada mahkluk yang mati,” kata Chiki dan Chiko.
“Tapi Dia itu jahat sekali..!!” kata Hermex.
“Walau pun Dia jahat sama kita,tetapi kita harus ikut bersedih juga. Coba kamu digitukan juga, pasti kamu sakit hati juga kan?” kata Chiki.
“Baiklah Aku ikut bersedih juga. Oiya kita Cari Nadila Yuk!” kata Hermex.
Mereka pun memasuki Kerajaan Naga tersebut. Mereka menemukan dua persimpangan, mereka menjadi Bingung.
“Chiko…Ini kan ada dua simpang,bagaimana kalau aku pergi ke kiri, kau dan Chiki ke kanan” kata Hermex. Semua mengangguk setuju.
Chiki dan Chiko berjalan lurus, mereka memasuki sebuah ruangan. Mereka melihat seorang gadis yang telah mereka kenal yang terbaring di atas kasur.
“Itu Nadila” kata Chiki sambil menunjuk ke arah gadis tersebut.
Mereka mengobati Nadila,Beberapa manit setelah itu, Nadila pun sadar. Chiki langsung memeluk Nadila.
“Syukur lah kau sudah sadar,Nadila”Kata Chiki sambil memeluk Nadila, Nadila hanya tersenyum sedikit. Dahi nya mengeluarkan garis seperti masih bingung.
“Aku di mana?Kenapa aku Seperti ini?Apakah naga sudah mati?Dimana Hermex?”tanyak Nadila.
“Kau di kerajaan naga,Kau dicakar Naga Semangka” kata Chiko. Chiki mengangkat kepalanya.
“Naga itu sudah mati, Hermex menunggu di sana” kata Chiki.
“Syukur lah”Kata Nadila.
Mereka meninggalkan Ruangan itu. Mereka bertemu dengan Hermex. Mereka berempat keluar dari kerajaan itu. Tiba-tiba saja Naga itu tidak ada lagi. Hari sudah mulai gelap pasukanpun pulang bersama.
Di desa itu, Chiki dan Chiko memasuki kamar mereka dan melihat kembali foto Tiwi dan anak-anaknya.
“Seperti yang kami janjikan tadi pagi,kami akan mengantarkan mu ke negeri asal mu”Kata Hermex.
“Kamu saja yang ngantar Dia”Kata Nadila.
Keesokan hari nya…..
Seperti biasanya lonceng selalu berbunyi. Chiki dan Chiko bangun lebih awal. Mereka langsng mandi Setelah mandi, mereka lang sung menaiki punggung Hermex. Mereka bertiga pergi.
“Selemat tinggal…”kata si kembar itu.
“Terimakasih telah menyalamat kan kami dari Naga,Selamat Tinggal juga..”
“Iya,Sama-sama” kata Chiki.
Semakin jauh mereka semakin menghilang. Mereka melawati Kerajaan Naga.
“Siap-siap,tutup mata kalian”perintah dari Hermex langsung dilakukan. Chiki dan Chiko menutup matanya.
“Sekarang kalian boleh membuka mata kalian”Kata Hermex. Ketika mereka membuka mata mereka.Tiba-tiba…
Mereka terkejut melihat mereka berdua menaiki punggung boneka kuda. Di punggung nya ada tulisan Hermex.
“ini mimpi atau nyata?”tanya mereka. Mereka pun membawa boneka itu pulang dan menceritakan kepada Tiwi.

Advertisement

Published by

ummujaihan

sahabat buat anak dan orangtua

2 thoughts on “Tugas 10-Nada”

  1. Feedback Tugas 8 – 10 😀

    Tugas 8 – wow ini backgroundnya bagus banget? Gambar tokoh di depannya juga sesuai dan pas penempatannya. Pemilihan font yang bagus dan deskripsi di sampul belakang yang enak dibaca karena ada lightbox putihnya. Very good!

    Tugas 9 – Ah seneng banget lihat sampul depannya, penuh dengan tokoh2 dan gambar makanan (jadi laper haha) yang imut. Deskripsi bukunya juga enak dibaca lho. Overall layoutnya bagus dan rapi

    Tugas 10 – Ini pakai background dari stock photo ya xD Sebenernya lebih baik digambar ulang sih, karena ini ada stempel watermark nya hehe… secara komposisi gambar dan warna bagus banget, aku suka warna merah semangkanya berasa segar gitu 😀 judul dan deskripsi bukunya menarik dan mudah dibaca.

    A very good job, Nada!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s