Tugas 7 – Amanda

Petunjuk cerita: Kehilangan, Museum
Petunjuk gambar: Kehilangan (Sampul 1 dan Sampul 2), Museum (Sampul 2)

Judul: Mystery in the Museum & Theft in the Museum
Nama Penulis: Amanda Cahyani (Amanda)
Tema/Genre: Mystery (Misteri)

 

 

 

==~ Mystery in the Museum ~==

==~ Sampul Depan ~==

Mystery in the Museum - Sampul Depan

==~ Sampul Belakang ~==

Mystery in the Museum - Sampul Belakang

==~ Punggung Buku ~==

Mystery in the Museum - Punggung Buku

 

 

 

==~ Theft in the Museum ~==

==~ Sampul Depan ~==

Theft in the Museum - Sampul Depan

==~ Sampul Belakang ~==

Theft in the Museum - Sampul Belakang

==~ Punggung Buku ~==

Theft in the Museum - Punggung Buku

 

 

 

==~ Cerita ~==

Hari ini Sahara dan Javar sedang menonton TV. Ada berita museum yang kecurian. Yang dicuri adalah lukisan Pangeran Diponegoro yang terkenal! Yaitu ketika dia sedang ditangkap oleh Belanda! Lukisan itu digambar langsung oleh orang yang melihat langsung peristiwa sejarah besar tersebut, lukisan itu tidak ada gantinya.

Javar bingung, bagaimana cara pencuri itu masuk? Bukannya kalau malam museum itu tutup dan dijaga ketat ya? Lagipula, kenapa hanya lukisan itu saja yang dicuri? Padahal di museum juga masih ada lebih banyak lagi lukisan lain yang sama berharganya.

Tiba-tiba Sahara punya ide, “Kak Javar, bagaimana kalau kita selidiki siapa pencurinya?” kata Sahara.
“Ide bagus. Tapi bagaimana caranya? Bukannya polisi sudah menyelediki, dan tidak ditemukan apa-apa di lokasi?” tanya Javar.

“Bagaimana kalau kita mencari jalan bawah tanah? Museum itu kan sudah lama, jadi mungkin saja ada satu-dua jalan rahasia yang tersembunyi disana! Mungkin pencurinya tak sengaja mengetahui jalan itu, lalu menggunakannya sabagai jalan masuk untuk pencurian ini!” jawab Sahara panjang lebar.

“Oke, besok kita cari. Sekarang kita belajar dulu, dari tadi kita belajar, malah nonton TV,” kata Javar.
“Oke, kakak!” kata Sahara. Lalu mereka pun tidur.

Besoknya, mereka berencana keliling museum untuk melihat apakah ada jalan rahasia bawah tanah atau tidak. Saat mereka sedang keliling museum, mereka melihat ada lubang besar, di dalam lubang itu ada sebuah lorong! Sahara tidak tahu kalau ada lorong di dekat museum. Mereka memutuskan untuk mengecek kedalam.

Saat mereka sampai di ujung lorong tersebut, mereka sampai di sebuah ruangan! Ruangan itu dulu dipakai untuk menyimpan salah satu lukisan sejarah besar di Indonesia. Tapi, sekarang lukisan itu sudah dipindahkan ke tempat lain. Sehingga, ruangan itu sudah tidak ada yang menggunakan lagi.

“Ayo kita cari dulu lukisannya, mungkin disembunyikan,” kata Sahara. Mereka berdua pun mencari di seluruh pelosok ruangan tersebut, mencari lukisan yang mungkin disenbunyikan di dalam ruangan tersebut. Kemungkinannya besar, karena ruangan tersebut sudah sangat lama tidak digunakan dan sedikit orang yang bisa masuk kedalamnya.

Lalu tiba-tiba, Sahara tidak sengaja menemukan pintu rahasia di balik dinding dibelakang kanvas kosong bekas lukisan lama. Sahara menemukannya pada saat dia berusaha menggeser sedikit kotak di dekat kanvas, dan tangannya tak sengaja mendorong kanvas tersebut sehingga membuatnya tersibak sebentar.

Dari tingginya, sepertinya pintu rahasia itu bisa dimasuki oleh orang dewasa sekalipun. Membuat Sahara dan Javar tambah curiga, mungkin saja lukisan itu disembunyikan di dalam pintu itu? Dengan hati-hati, Javar membuka pintu tersebut, yang ternyata dibaliknya ada sebuah jalan rahasia!

Sahara dan Javar menyusuri jalan tersebut pelan-pelan. Sepertinya jalan tersebut berada di dalam tanah, dapat dilihat dari tanah-tanah yang menempel di dinding ataupun lantai. Sesampainya Sahara dan Javar di ujung jalan, mereka dibuat sangat terkejut.

Lukisan itu ada disana!

Lukisan itu ditaruh di kain yang berada diatas lantai yang agak kotor dengan tanah. Ada juga kain yang digunakan untuk menutup lukisan tersebut, tapi kain itu mungkin terlalu kecil sehingga jatuh begitu saja ke lantai. Membuat lukisan itu terlihat jelas.

Jalan itu entah memang buntu atau masih setengah jadi, dinding itu berhenti tepat disaat Sahara dan Javar menemukan lukisan tersebut. Tidak ada lanjutannya. Berdasarkan lokasi saat itu, Javar membuat kesimpulan sementara yang paling mungkin di kondisi saat itu.

“Mungkin si pencuri menyimpan lukisan ini disini supaya dia bisa kabur dari kejaran polisi. Kelihatannya lukisan ini baru akan diambil ketika keadaan telah aman,” kata Javar panjang lebar.
“Sepertinya iya, kakak,” kata Sahara. “Sebaiknya kita lapor ke polisi dan kembalikan dulu lukisan ini,”.

Akhirnya mereka keluar dari jalan itu. Pada saat diluar, Javar menjaga lukisan itu di dekat lubang, sedangkan Sahara memanggil penjaga museum agar mereka yang menelepon polisi. Awalnya mereka tidak percaya, tapi pada saat lukisan itu ditunjukkan. Mereka kaget dan dengan segera memanggil polisi untuk datang kemari.

Kejadian itu pun akhirnya berakhir dengan damai, berkat lukisan sudah ditemukan. Para penyelidik menemukan sidik jari pelaku di lukisan tersebut. Karena pelaku sudah diketahui, polisi hanya perlu menangkap pelaku tersebut untuk diberikan hukuman sesuai hukum.

Sahara dan Javar berjasa besar dalam penemuan lukisan tersebut. Mereka berdua diberikan piagam atas hal itu. Semuanya benar-benar selesai, pelaku sudah dipenjara, lukisan sudah kembali ke museum. Sahara dan Javar juga ikut kembali ke kehidupan mereka yang biasa..

~The End~

Advertisement

Published by

marsmellowmozara

> “ɪ'ᴍ ꜱᴏᴹᴱᴏɴᴇ. ᴠɪꜱɪᴛ ᴹʸ ᴡᴇʙꜱɪᴛᴇꜱ!” < — https://mozarablog.wordpress.com — https://bukuamanda.blogspot.com

2 thoughts on “Tugas 7 – Amanda”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s