Tugas 7 – Amanda

Petunjuk cerita: Jejak, Perpustakaan, Kode
Petunjuk gambar: Perpustakaan (Sampul 1 dan 2), Kode (Sampul 1)

Judul: Two-Headed Creature & Mysterious Creature
Nama Penulis: Amanda Cahyani (Amanda)
Tema/Genre: Fantasi (Fantasy), Horror (Horor), Comedy (Komedi)

==~ Two-Headed Creature ~==

 

==~ Sampul Depan ~==

Two-Headed Creature - Sampul Depan.png

 

==~ Sampul Belakang ~==

Two-Headed Creature - Sampul Belakang

 

==~ Punggung Buku ~==

Two-Headed Creature - Punggung Buku

==~ Mysterious Creature ~==

 

==~ Sampul Depan ~==

Mysterious Creature - Sampul Depan

 

==~ Sampul Belakang ~==

Mysterious Creature - Sampul Belakang

 

==~ Punggung Buku ~==

Mysterious Creature - Punggung Buku

==~ Cerita ~==

Hari ini, adalah hari teraneh dalam hidup Aku.
Entah mengapa, sejak Aku terbangun dari tidur Aku, udara kamar Aku terasa dingin, padahal jendela kamar Aku tertutup.. hal ini membuat Aku merasa merinding. Aku tidak terlalu peduli dengan hal tersebut. Setelah itu Aku segera bersiap-siap untuk sekolah.

Di sekolah, mereka belajar IPA mengenai makhluk-makhluk langka yang jarang sekali terlihat di Bumi. KRIING! Bel berbunyi, Aku dan Divel, teman dari Aku pergi ke kantin.
“Keren juga ya, hewan-hewan yang diterangkan Bu Guru tadi,” ucap Aku.
“Iya, sayang ya. Beberapa punah karena ulah kita, manusia..” sambung Divel.

“Oh iya, Di–” omongan Aku terputus oleh sebuah teriakan keras di meja samping Aku.
“EEEH?! Benarkaah?!” rupanya itu adalah suara salah satu murid, bukan dari kelas Aku sih. Karena itu Aku cuek saja. Tapi, tiba-tiba salah satu omongan mereka membuat Aku kaget.

“Beneran, nih? ‘dia’ terlihat lagi?!” kali ini suaranya lebih pelan, murid itu juga sudah duduk kembali di kursi kantin.
“Iih.. dibilangin ngga percaya.. beneran kok! Aku lihat sendiri!” ucap lawan bicara murid itu. Mereka ngomong sambil berbisik, tapi tetap saja Aku yang duduk tepat disamping meja mereka mendengarnya.

“Ap.. pa? di.. dia… ke.. kembali?” ucap Aku kaget dalam hati.
“Gawat.. kalo gitu..” Aku segera beranjak dari kursi.
“Eh? Ada ap–!” tanya Divel, dia kaget karena Aku tiba-tiba menariknya.
“Kita ke tempat sepi dulu,” ucap Aku, dia buru-buru membayar seluruh makanan dan minuman yang Aku beli tadi. Dan menarik Divel kelas, kebetulan disana sedang sepi karena semuanya sedang di kantin.

“Apa sih? Kok tiba-tiba narik?”
“Kamu tak dengar? DIA, Divel, DIA KEMBALI DIVEEL!”
“Dia? Apa sih, kan dia sudah– APA KAMU BILANG?”
“Seriusan, aku dengar dari lawan bicara murid yang teriak tadi, dia kembali Divel!”
“Waduh.. gawat dong kalo gitu.. BTW, ‘dia’ siapa sih kok aku lupa yak?”
“Diveeel! Ini bukan waktunya bercandaaa! ‘dia’ itu loh.. “makhluk” kepala dua yang ngejar aku duluuu!”

“… Tunggu.. jadi maksud kamu “DIA” yang itu?!” teriak Divel. Tanpa sadar, teriak Divel telah menarik perhatian para murid-murid di luar kelas. Bahkan beberapa guru yang berada di dekat sana berlari ke kelas hanya karena teriakannya. Aku menyadari kalau mulai banyak orang, Aku pun segera menyudahi percakapan Aku dengan Divel.

Advertisement

Published by

marsmellowmozara

> “ɪ'ᴍ ꜱᴏᴹᴱᴏɴᴇ. ᴠɪꜱɪᴛ ᴹʸ ᴡᴇʙꜱɪᴛᴇꜱ!” < — https://mozarablog.wordpress.com — https://bukuamanda.blogspot.com

22 thoughts on “Tugas 7 – Amanda”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s