[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Tim Alpha

Kata kunci : Tokoh kamu ternyata tidak terisap ke dalam portal yang menuju dunia lain itu. Ternyata, sesuatu terjadi saat tokohmu dan temannnya yang lain sedang mandi-mandi di kolam bersama teman sekelas. Hal itu membuat tokohmu dan beberapa orang temannya masuk kedunia lain.

Tuliskan bagaimana caranya tokohmu dan teman-temannya masuk ke dalam dunia lain itu tanpa ketahuan oleh yang lain dan tanpa keluar dari kolam.

Batas waktu : Jum’at pukul 12:00 *Malam*

Tipe : Menulis

Fighting Everyone!!!

#Bravo Team..#

Advertisement

Published by

Namira dan Dira

Namaku Namira dan ini adikku Dira. Ini adalah blog kami bersama yang berisi hasil hasil karya kami. Beberapa adalah hasil karya kami saat masih kecil. Jangan lupa untuk mengunjungi blog kami ya....

9 thoughts on “[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Tim Alpha”

  1. Hai, perkenalkan namaku Stevaloka Azazila Ayu, atau biasa di panggil Eva. Hari ini, minggu, aku dan kawan-kawan sekolahku hendak pergi ke sebuah kolam renang yang baru dibuka. Tempat itu tidak terkenal, dan tepat seperti dugaanku sebelumnya, hanya ada kami yang akan renang disitu.

    “Tunggu apa lagi?” bisik Lily di telinga ku, “ayo, berenang!”

    Eh! Aku tersadar dari lamunanku. Dengan linglung, aku asal saja menjawab ajakannya, “Oh iya, ayo berenang.”

    Lily, si gadis periang yang cantik dari tiongkok, dia adalah salah satu sahabat terbaikku. Dia saat ini sedang menggenggam erat telapak tanganku, menuntunku ke dalam kolam renang, dan aku… ngikut saja.

    Dua puluh lima menit kemudian…

    Entahlah, aku memang tipe orang selalu curiga dalam apapun. Tapi entah mengapa, rasanya firasat tak enak ini lebih kuat dari perasaan-perasaan ku sebelumnya, mungkin ada yang aneh? Atau karna tempat ini hanya di kunjungi sepuluh anak SMP kelas 1? Atau… sudahlah! Aku Tak boleh merusak kegembiraan anak-anak yang sedang bermain air ini, lebih baik aku juga ikutan bermain.

    “Kamu melamun terus sih,”

    Dengan cepat aku segera berbalik, mencoba melihat siapa seseorang yang berkata dengan nada jengkel tersebut. Rupanya dia Lily!

    “Ah, maaf Ly, aku tadi ada kepikiran sesuatu,” kataku santai, untuk mengurangi kecurigaan.

    Lily tersenyum polos, “Hehehe… kamu gak nyaman ya berenang rame-rame gini?” seperti biasa, dia selalu berbicara dengan nada polos dan riang.

    Aku Hanya asal mengangguk, karena memang pikiranku sedang tidak disitu. Dan lagi-lagi Lily asal menarik telapak tanganku dan menyeretku. Lily membawaku ke arena khusus orang dewasa. Yah, bukan masalah juga, lagian kami tinggi-tinggi. But wait,,, siapa disitu? Aku melihat seorang anak perempuan sedang berendam disitu pula.

    Menyadari diriku berhenti secara mendadak, Lily memutar kepalanya dan memasang wajah polos yang seperti bertanya, ‘ada apa?’.

    “Ah… siapa ya disana?” tanyaku menyadari dirinya hendak bertanya.

    “Oh, itu Mikha, anak kelompok kita juga.”

    Heh, Mikha? Si anak judes itu?

    Aku meliriknya dengan tatapan tak percaya, “Seriusan? Bukannya dia susah di ajak ya?”

    “Iya, tapi pas aku ajak dia kemarin, dia tidak melirikku dan hanya mengatakan ‘iya’, lalu saat aku telepon dan sedikit membujuknya dia akhirnya mau datang juga.” Tutur Lily sambil tersenyum sumringah. Di bujuk Lily toh.

    “Yasudah,”

    Akhirnya kami sampai ke kolam renang itu dengan lima belas langkah. Mikha melihat kami dengan agak risih, sudah kuduga anak ini memang tidak nyaman dengan kedatangan kami. Paling juga dia datang karna pingin berenang, bukan karna ingin ngumpul-ngumpul.

    “Kalian mau berenang disini?” tanyanya, memecahkan keheningan.

    “Iyah~, boleh kan?”

    Aku melirik Lily, kenapa nadanya terdengar genit ya?

    “Yasudah, tunggu apa lagi? Kenapa belum berenang? Atau kalian mau berjemur disamping kolam renang ya? Sambil berpikir sedang berjemur di pantai?” kata anak itu seenak perut.

    Ah, inilah yang kutakutkan, aku memang tak pernah akrab dengan anak ini, begitu pula dengan dirinya. Lagi pula, semua orang juga tak pernah terlihat dekat dengan dirinya, dia juga selalu bermain basket dengan anak cowok kelas tiga SMP, atau dengan kata lain seniornya.

    “Eh, okey, ayo kita berenang Eva!”

    Lily kembali menarik tanganku, nampaknya Lily juga merasa kesusahan dekat dengan gadis judes ini, karna ada raut di wajahnya. Lily betul-betul berusaha untuk akrab dengan anak ini ya, dan kenapa dia jadinya terlihat begitu menyedihkan ya dimataku?

    Setelah sepuluh menit hanya berendam-rendam saja, Lily tiba-tiba berkata pada kami berdua, “bagaimana, kalau kita main tahan nafas di dalam air?”

    Aku mengerutkan dahi, Lily sudah tahu aku tak bisa bermain begituan, tapi apa dia mungkin lupa ya?

    “Kurasa aku t..” omonganku terputus karna melihat tatapannya yang penuh semangat, rasanya tak tega menolak anak polos ini.

    Lily terus memelototiku, “Hmm?”

    “Dia bilang tak bisa,” celetuk si sialan Mikha.

    Kaget, akupun menjawabnya tanpa di pikir, “Eh!? Siapa bilang tak bisa? Ayooo, kita main tahan nafas di air Ly,”

    “Horeeeyyy!!” teriak Lily senang. Dia mungkin senang, tapi bagaimana denganku yang mukanya sudah pucat pasif begini?

    Lalu Lilypun membentuk lingkaran, kami saling memegang hidung dan mata kami, kemudian… kami nyebur!

    Muka kami tepat berada di atas lubang kolam renang, tapi kami tak menyadarinya, karna kami menutup mata kami untuk menghindari air masuk mata, dan membuat kami kehilangan fokus.

    Aku mulai gelagapan, ini adalah rekor pertama ku menahan nafas di dalam air selama satu menit. Aku membuka mataku, melonggarkan tanganku yang menutupi hidungku, bersiap-siap untuk ke permukaan. Sekarang aku mengaku kalah, mereka terlalu sulit untuk di kalahkan.

    Deg!

    Ada sesuatu yang bercahaya di penutup lobang kolam renang itu, dia begitu bercahaya, entah sudah berapa itu bercahaya. Aku awalnya hendak segera menyenggol tangan Lily, tapi tiba-tiba lobang itu berputar sendiri, membuatku terkaget. Menyadari ada yang aneh, Mikha juga membuka matanya, dan reaksinya sama seperti ku, sama-sama terkejut! Kemudian sebuah gelombang air keluar dari dalamnya, penutup itu semakin tertekan kebawah, dan akhirnya hilang di telan air, anehnya, air itu sama sekali tidak terjadi apa-apa, hanya di dalam lobang itu terjadi kelobang.

    Sekonyong-konyongnya…

    Air itu menghisap kami, membuat kami hampir masuk ke dalam nya. Menyadari ada yang aneh, Lily membuka matanya, dan sama saja, dia juga terkejut! Terlambat, air itu menghisap kami, menghisap kami masuk ke dalam lobang itu. Dan detik-detik berikutnya adalah sebuah keajaiban yang tak bisa di katakan, kami masuk ke dalam air!

    Liked by 1 person

  2. Kereeen kak cantikaaa!! Jadi si Eva ini kayaknya bakal mengahadapi petualangan sama anak yang kurang dia suka. eh…btw, kayaknya si Mikha itu gak judes-judes amat. cuman dia orangnya dingin gitu…(Menurut Namira ya~) Love this story! ><

    Like

  3. Setelah Destiny selesai mengembalikan Ikan mas ke sungai, Destiny tidak melihat ke belakang lagi. Sebab, Destiny mendengar pengumuman dari arah kamp tempat mereka menginap, bahwa ada acara permainan yang terpaksa akan dimulai lebih cepat dari jadwal karena orang yang akan menemani mereka bermain itu bisa datang lebih cepat.

    Destiny memanggil Choco dan Yani yang masih asyik melihat Ikan mas, tampaknya Ikan mas tidak kapok dengan kejadian tadi lalu kembali melompat-lompat dengan gembiranya.
    “Chocoo! Yanii! Ayo buruaan! Ada permainan yang lebih cepat dari jadwaaal!” panggil Destiny sambil lari, Choco dan Yani pun mengganguk dan segera berlari mengikuti Destiny.

    ~~~

    Setelah acara games selesai, dan sudah selesai makan malam. Seluruh murid akan mandi berendam di kolam air panas di dekat sana. Para laki-laki pemandiannya di puncak gunung kecil dekat situ, yang mana mereka harus mendaki dulu. Laki-laki ingin mengeluh, tapi eluhannya ditunda karena guru tergalak lah yang akan mengawal mereka kesana.

    Para perempuan tertawa melihat kelakuan anak laki-laki. Pemandian perempuan cukup dekat, yaitu di dekat gerbang awal mereka masuk ke lokasi. Setelah sampai disana, anak-anak mulai dipersilahkan untuk mandi.

    SPLASH!

    Destiny tak sengaja terkena siraman, beberapa murid disana bermain lempar-lemparan air. Yah.. sepertinya permainan ini tak kenal usia? Bahkan orang dewasa pun juga ikut-ikutan bermain. Destiny menoleh, melihat siapa yang menyiramnya.
    “Chocooo!!” teriak Destiny, dia balas menyiram air pada Choco.

    Pada akhirnya, Destiny jadi ikut serta juga dalam permainan lempar air itu. Tapi, lama-kelamaan semuanya jadi kecapekan. Perang air pun diberhentikan sebentar, orang dewasa ada yang tertawa melihat kelakuan murid-murid. Sepertinya orang dewasa masih punya banyak energi, membuat mereka masih kuat bermain.

    CRING!

    Destiny menyelam sebentar, rasanya dia melihat ada cahaya kecil dari bawah air. Tiba-tiba saja.. Destiny merasa kalau ada yang aneh.. Destiny merasa dia terisap kearah cahaya itu!
    Choco dan Yani yang berada di dekatnya juga merasakan itu.

    Tanpa sadar, mereka telah terisap kedalam cahaya itu..
    *Amanda*

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s