[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Kedua Tim

Kata kunci:
Kamu sedang bermain bersama kucing tersayangmu, ketika tiba-tiba pasukan dari pemerintah datang mengambilmu dengan paksa (jadi anggota SABER).

Ceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi! Apa sikap kucingmu, pada saat kamu dibawa pergi oleh mereka?

Tipe: Menulis
Batas waktu: Minggu 28 Juli 2019, pukul 12:00:00

Ganbatte~ 🐈
*Alpha Team Patrol Officer*

Advertisement

Published by

marsmellowmozara

> “ɪ'ᴍ ꜱᴏᴹᴱᴏɴᴇ. ᴠɪꜱɪᴛ ᴹʸ ᴡᴇʙꜱɪᴛᴇꜱ!” < — https://mozarablog.wordpress.com — https://bukuamanda.blogspot.com

15 thoughts on “[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Kedua Tim”

    1. Yeps 😀
      Ngga, kamu ngga perlu nulis dari ditangkep, sampai kejadian diserang, dan orangnya balik lagi ke kucing itu, kalo iya. Ceritanya bakal puanjaaang banget dunks :V

      Cuma perlu nulis reaksi kucing pas “kamu”-nya dibawa pergi aja 😀
      *Amanda*

      Like

  1. Senja itu Robin dan kucingnya Sil, sedang bermain. Dia sudah seminggu balik ke kerumahnya semenjak kabur dari komplek Fortz. Saat itu memang senja, tapi tetap saja, langit tetap gelap.

    tiba-tiba…

    “Robin Andreas Halilintar!”

    Spontan, Robin pun memutar kepala untuk melihat siapa yang memanggilnya, dan alangkah kagetnya dia, itu adalah… pasukan pemerintah!

    Hening menyelimuti Robin, rasanya jantungnya berdebar begitu kencang sampai mau lepas dari organnya. Jelas sekali mereka kemari bukan untuk beramah tamah, melainkan menyeretnya kembali dirinya ke komplek Fortz untuk dijadikan agen Saber lagi.

    Dia tahu, kalau melawan mereka dengan kekuatannya, dia akan kalah telak, karna mereka tentunya lebih Master dalam menggunakan kekuatannya. Jadi… tidak ada cara lain, Robin harus menyerah, sebelum orang-orang itu menarik paksa dirinya dengan kasar.

    Dia mencium kucingnya, lalu menempelkan kepalanya ke kepala kucingnya, sambil berkata… “Sil, aku harus pergi… nanti kalau masa pelatihan ku sudah selesai, aku Jamin aku akan pulang dan bermain Denganmu kembali.”

    Sil memiringkan kepalanya, jelas dia heran sekali melihat keadaan saat ini.

    “Baiklah, waktu habis!” ujar orang itu, tampaknya dia tidak sabaran, “Robin, ayo kita balik.”

    Robinpun berdiri, dan berbalik. Seraya berbalik dia berbisik, “Love You Sil.” itu mungkin akan menjadi kata terakhirnya untuk waktu yang cukup panjang.

    Tersadar dengan keadaannya, Sil jadi Dejavu dengan keadaan lima tahun lalu, ya… itu adalah saat-saat terakhirnya melihat tuannya untuk 5 tahun kedepannya. Kini dia tak rela, tak rela ditinggalkan tuannya lagi.

    Dia berlari, dan mencakar dengan ganas si pasukan pemerintah. Tapi sudah dibilang, percuma saja! Pasukan itu mengenakan pakaian khusus buatan pemerintah, dan tentu saja, cakaran kucing itu tidak ada efek sama sekali dengan pasukan itu! Malahan, petugas itu menepis nya dengan kekuatan angin miliknya, membuat kucing itu terpental jauh.

    Tak sadarkan diri, kucing itu tersandar lemas di dinding pintu. ‘Sil, Maafkan aku… aku sayang kamu.’ katanya dari dalam hati, dan kini Robin pun berikan pergi.

    #THEEND

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s