Confetti untuk Tim Bravo

Kata Kunci: Pesan Terakhir

Tipe: Story atau Art boleh

Nilai: 200 poin/anggota yang menjawab

Batas waktu: Minggu 28 Juli 23:59:59

Good luck!



3 thoughts on “Confetti untuk Tim Bravo”

  1. Menangkis serangan Confetti
    Kata kunci : Pesan Terakhir

    Judul Cerita : Pesan Terakhir Seorang Pencuri Pada Anaknya

    Pada tahun 1944…
    Kehidupan serba susah karena Indonesia masih dalam penjajahan Jepang. Dalam pada itu, ada segelintir rakyat kesusahan yang mencuri demi kelangsungan hidup sehari-hari. Salah satunya adalah Sarman.
    Sarman adalah salah satu pencuri yang kerap kali mencuri sembako. Hal itu dilakukannya karena kesusahan ekonomi. Anak pertama Sarman, yaitu Heri, sudah duduk di kelas 6 di Pesantren Magetan. Heri sudah belajar tentang hukum mencuri, makanya ia berulang kali menasihati ayahnya supaya berhenti mencuri dan berusaha sebisa mungkin bekerja dengan halal, namun berulang kali juga Sarman bilang, betapa susahnya mencari pekerjaan halal di saat itu.
    Hingga akhirnya, pada suatu saat, Sarman ditangkap atas laporan mencuri sembako di toko Pakde Ramlan.
    Sebelum berangkat ke kantor polisi untuk menyerahkan diri, Sarman menghampiri Heri yang sedang mengemasi peralatan belajarnya di muka rumah.
    “Nak.” panggil Sarman pada Heri. Heri menoleh pada ayahnya,”Ada apa, Ayah?”
    “Ayah akan ke kantor polisi, ditangkap karena mencuri.” ucap Sarman. “Karena ayah mungkin tidak akan kembali dalam waktu dekat, maka Ayah mau menasihatimu akan sesuatu.”
    Heri diam menyimak perkataan ayahnya,”Pertama, Ayah ingin agar kamu selalu menjaga salatmu dan selalu menaati Ibumu. Jangan pernah berbohong atau berbuat kasar. Belajarlah dengan baik di pesantren. Dan yang terakhir…Ayah berpesan, agar kamu jangan menjadi seorang pencuri seperti Ayah.”
    Heri masih diam, ia perlahan-lahan mencerna pesan-pesan terakhir dari ayahnya. Perlahan, ia menatap wajah ayahnya. “Baik Ayah, aku akan mengikuti nasihat Ayah.”
    “Terima kasih, Nak.” Sarman tersenyum, lalu melangkah pergi. Heri diam berdiri di muka rumah, ia menatap sosok ayahnya hingga sosok tersebut hilang di tikungan jalan.
    _____________________________________________________________________________________________
    Pesan Moral :
    * Kita tidak boleh mencuri meski di saat kesusahan

    Liked by 4 people

    1. Whew cepet amat nulisnya xD ternyata kamu suka nulis historical indo toh? Si bapak pencuri yg baik hati ya… udah tahu mau dipenjara ngga kabur tp nasehatin anaknya.. endingnya melankolis ^^ kyknya sih krn prompt nya ya, jgn2 semuanya juga nulis melow xD anyway good job!
      +200 poin, congrats!

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s