Tugas 4 – Namira

Tema : Makanan

Petunjuk cerita : Restoran

Petunjuk gambar : Bakso

Judul cerita : Giant noodle

Nama penulis : Namira Fayola Ritonga

Sampul depan :

SD NAMIRA4

Sampul belakang :

SB NAMIRA4

Punggung buku :

PB NAMIRA4

Cerita :

Nissa dan teman-temannya pergi mendaki gunung untuk mengisi liburan sekolah mereka. Mereka semua merasa bosan karena selama liburan sekolah mereka tidak pergi ke mana-mana, padahal liburan sekolah tinggal 1 minggu lagi. Akhirnya, Nissa dan teman-temannya memutuskan untuk pergi mendaki gunung bersama-sama. “Aduuh…kakiku pegal sekali…kita istirahat sejenak yuk!” kata Amel, salah satu teman Nissa. “Kita harus sampai ke puncak, sebelum matahari terbenam.” kata Nissa menyemangati Amel. Amel kemudian kembali berjalan mengikuti teman-teman yang lain. Di saat sedang berjalan, Amel tiba-tiba berseru, “Lihat! Teman-teman…lihat itu!” Amel menunjuk-nunjuk. Serempak, kepala teman-temannya menoleh ke arah telunjuk Amel. “Ada apa sih Mel?” tanya Nissa penasaran. Dia mendekati Amel yang masih menunjuk. “Itu lho…masa kamu tidak lihat?” tanya Amel. Nissa menggeleng, dia belum melihat sesuatu yang di tunjuk Amel. “Itu….yang ada di ranting pohon itu!” Nissa memicingkan matanya, berusaha melihat lebih jelas. Ternyata itu dalah sebuah kupu-kupu yang sangat cantik! Warna sayapnya biru dengan corak hitam, cantik sekali. Kupu-kupu itu terbang dan hinggap di atas bunga-bunga kecil di dekat pohon itu. Nissa dan teman-temannya memandang dengan takjub ke arah kupu-kupu itu. Nissa kemudian mendekati kupu-kupu itu, menyentuh sayapnya sambil berkata, “Halo kupu-kupu kecil….” Sebagai reaksi, kupu-kupu itu terbang menjauh, kemudian hinggap di atas sebuah daun. Tampaknya dia takut melihat Nissa yang menyapanya. “Sudah! Ayo kita pergi! Kita harus tiba di puncak gunung ini sebelum matahari terbenam!” salah seorang teman mengingatkan. Mereka semua menganggu dan kembali berjalan. Mereka berjalan dan mendaki gunung itu, mereka tidak berhenti hingga mereka sampai ke puncak gunung. “Alhamdulillah….akhirnya kita sampai juga ke puncak gunung ini…” Kata Nissa. Mereka tiba tepat waktu, tepat sebelum matahari terbenam. Mereka bergegas membangun tenda-tenda untuk berkemah. “Ayo kita pergi ke hutan! kita mencari kayu bakar!” ajak Nissa pda teman-temannya. Semua teman-temannya serempak menggeleng, menolak ajakan Nissa. “Ayolah…kalian takut dengan hutan yang gelap kan? Aku sudah bawa senter nih…” Nissa menunjukkan senternya pada teman-temannya. Merekapun berangkat mencari kayu bakar ke hutan, dengan Nissa menjadi pemimpin rombongan. Semua teman-teman Nissa merapat, ketakutan, suasana sunyi menyelimuti. “Eh….teman-teman apa itu?” Amel menunjuk sebuah tumbuhan yang bercahaya terang. Mereka semua bergegas menutup mata, “Itu bukan hantu kan?” kata salah satu teman Nissa. “Ternyata yang bercahaya itu adalah buah! Buah itu mirip buah Stroberi. Buah itu memancarkan cahaya dengan sangat terang dan kemudian…

BRUK!

Nissa terjatuh, di dekat sebuah bagunan yang sangat besar sekali. Di atas bangunan itu terdapat foto seorang koki, tampaknya ini adalah sebuah Restoran. Tapi, bagaimana mungkin Nissa tiba-tiba berada di Restoran, sedangkan dia tadi mencari kayu bakar di hutan? Nissa tidak bisa berfikir lebih lama tentang hal itu, karena tiba-tiba ada sebuah mata besar yang menatapnya dari jarak yang sangat dekat. “AAAAAAAAAA……!!!!!!” Nissa menjerit dengan keras, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh….

Tapi, ada sebuah tangan besar yang menangkapnya, Nissa kaget setengah mati. “HALO…AKU GIANT…”  Raksasa itu memperkenalkan diri tanpa di minta. Nafas Nissa menderu kencang. Mendengar perkataan si Raksasa itu seperti mendengar suara petir bergemuruh, sangat keras. “SIAPA NAMAMU? KAMU TAMPAKNYA TERSESAT DI SINI….KAU PASTI MANUSIA BUMI BUKAN?” Sekali lagi si Raksasa mengajak Nissa berbicara, Nissa akhirnya memutuskan menjawab. Dia kemudian memanjat bahu si Raksasa, dan berbicara tepat di telinganya agar si Raksasa mendengar apa yang di katakannya. Si Raksasa kemudian menangguk-angguk mendengar cerita Nissa. Dia memutuskan mengajak Nissa kerumahnya, untuk memasak Mie, Tepatnya Mie Bakso. Raksasa itu masih memasak menggunakan tungku kayu. Mie Bakso yang di masaknya sama seperti Bakso yang sering di makan Nissa, hanya saja kali ini dalam bentuk raksasa. Selama makan, mereka berdua diam saja, hingga akhirnya si Raksasa berkata,
“AKU TAHU SIAPA ORANG YANG BISA MEMBANTUMU MENCARI TEMAN-TEMANMU.” Wajah Nissa berubah menjadi cerah mendengar perkataan si Raksasa. “TAPI, DIA AKAN MENGUJIMU. DIA AKAN MENYURUHMU MEMBUAT MASAKAN YANG SANGAT ENAK UNTUKNYA….JIKA DIA MENYUKAINYA, DIA AKAN DENGAN SENANG HATI MEMBANTUMU…” Lanjut si Raksasa. Bagi Nissa, persyaratan itu sangatlah mudah, karena dia harus segera menemukan-teman-temannya….

*TO BE CONTINUED*

Advertisement

Published by

Namira dan Dira

Namaku Namira dan ini adikku Dira. Ini adalah blog kami bersama yang berisi hasil hasil karya kami. Beberapa adalah hasil karya kami saat masih kecil. Jangan lupa untuk mengunjungi blog kami ya....

One thought on “Tugas 4 – Namira”

  1. Halooo Namira 🙂

    Aduuh pas pertama liat gambar kamu aku suka bangeeet!! Ini ada mangkok mie baso bikin aku lapeeer huehehehe… ini gambarnya bagus lho, aku suka itu efek api+asapnya, mienya, juga itu orangnya kok lucu banget aaaaa xD asli ini keren!

    Buat peletakan elemen gambarnya udah bagus yaa ^^ judul dan nama penulis di sampul depan terbaca (yang Noodle itu udah dicoba pakai warna oren kah? kyknya bagus tuh bisa lebih terang dan jelas). Punggung bukunya mantap, sedangkan bagian deskripsi sampul belakang ini agak nabrak si mangkok mie ya? Aku lihat ini sebenernya kamu udah memanfaatkan layers untuk menyembunyikan elemen gambar. Ini si mangkok mie di sampul belakang sebenernya bisa kamu kecilin dan pindahin lho, jadi misal kamu bisa taro di kanan bawah yg ngga kejedot deskripsi buku.

    Caranya:
    – duplicate gambar mangkok mie
    – edit layer, resize gambar menjadi lebih kecil, pindahkan ke kanan bawah

    Ini aku kasih contoh ^^

    Ohya ini sekalian aku kasih tahu cara resize obyek secara proporsional supaya ngga gepeng. Pencet dulu icon Lock di antara Width dan Height di menu atas. Lalu saat resize gambar, klik tanda panah di titik sudut gambar (jangan yg di tengah gambar), baru pencet dan geser untuk perbesar/perkecil.

    Okk overall ini desain yang sangat baguus!! Aku suka banget hehe… a very good job, Namira!

    Ceritanya bagus namiraa hehehe… pas aku baca “lihat tuh itu” aku pikir dia nunjuk lihat ada raksasa, gitu xD taunya kupu2.. dah gitu surprise juga waktu tiba2 dia jatuh ke dunia raksasa 😀 dan mendadak aku pun jadi laper pengen makan indomiii hahaha xD

    Poin:
    – sampul depan: 60
    – sampul belakang: 60
    – punggung buku: 30
    – ketepatan waktu: 50
    – cerita: 50
    Total: 250 poin, congrats!

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s