Tugas 3 – Namira

Tema : Cerita tentang Keluarga

Petnjuk cerita : Tas

Petunjuk gambar : Kembar

Judul cerita : Ola dan Oli

Nama penulis : Namira Fayola Ritonga

Sampul depan :

SD NAMIRA3

Sampul belakang :

SB NAMIRA3

Punggung buku :

PB NAMIRA 3

Cerita :

Ola dan Oli sedang bertengkar seperti biasanya. Kali ini mereka memperebutkan sebuah tas, yang baru saja di berikan oleh nenek. “Aku yang akan memakainya!” teriak Ola pada Oli. Oli berseru tidak mau kalah, “Aku membutuhkannya untuk les Piano!” kemudian Ola balas berteriak, “Aku juga membutuhkannya! Aku ingin pergi ke les Matematika!” Mereka berdua beradu mulut memperebutkan tas itu. Dua-duanya sama-sama tidak mau kalah. Memang sudah begitu tabiat Ola dan Oli, selalu bertengkar karena hal-hal sepele. Ibu selalu di buat pusing oleh teriakan-teriakan mereka, seruan-seruan tidak mau kalah, hingga akhirnya mereka berdua ngambek, dan selalu ada yang menangis. Ibu mulai berusaha cuek melihat tingkah Ola dan Oli. Tapi, setelah mereka bertengkar, mereka akan berbaikan dengan sendirinya.

Saat itu, Ola dan Oli sedang pegi ke pantai mengkuti Study Tour dari sekolah mereka. Ola dan Oli merasa senang sekali karena sekolah mereka mengadakan Study Tour. Mereka mempersiapkan seluruh peralatan masing-masing tanpa perlu di bantu ibu seperti biasanya. Sewaktu menyusun barang yang akan di bawa, Ola dan Oli sempat bertengkar kecil. lagi-lagi masalah sepele. “Nanti, kamu memakai topi yang ini ya…dan aku akan memakai yang ini..” kata Ola sambil mengangkat dua buah topi. “Tapi, itu kan punyaku!” kata Oli. “Sekali-sekali tukaran gak apa-apa kan?” kata Ola. “Sekarang aku lag gak mau tukaran!” Oli mengambil kembali topinya yang sedang di pegang oleh Ola. “Kenapa kamu merampasnya?” kata Ola, tangannya mencoba meraih kembali topi yang di pegang Oli. “Siapa yang merampasnya? Ini punyaku kok!” Oli membela diri, tangannya memasukkan topi ke dalam tas dengan hati-hati, takut kalau topi itu menjadi bengkok karena di masukkan asal-asalan. “Hey…Oli! kata ibu kita kan boleh sailng meminjam barang, jadi sekarang aku pinjam topimu!” Ola tidak menyerah untuk mendapatkan topi itu. “tidak mau! pokoknya aku tidak mau!” Oli memegang erat-erat tasnya, takut benar Ola akan mengambilnya. “Aku kan, sudah bicara baik-baik! masa tidak di kasih?” Ola masih berusaha merebut tas yang berisi topi itu. Oli kemudian berlari agar topinya tasnya tidak di ambil Ola. Tapi, Ola sudah mengejar kembali Oli yang lari keruang tamu, kemudian mengambil tasnya. Oli yang kaget melihat Ola datang, tidak sempat menahan tas itu. Ola bersorak senang, kemudian membuka tas itu dan mengeluarkan topi milik Oli. Dan ternyata topi itu sudah bengkok sekarang! Oli kemudian merajuk melihat topinya bengkok dan pergi mengadu pada ibu. “Sudahlah…kaliian besok akan pergi kan? Ayo tidur! Agar besok tidak mengantuk!” ibu mengingatkan Ola dan Oli. mereka berdua melangkah ke dalam kamar mereka di lantai dua, dan kemudian tidur dengan nyenyak…

Keesokan harinya, Ola dan Oli bangun pagi dengan semangat. Mereka tampaknya sudah melupakan pertengkaran mereka tadi malam. Ola dan Oli berberes dengan cepat. Mulai dari mandi, berganti pakaian, hingga sarapan. “Wah….kalian semangat sekali hari ini!” kata ibu pada Ola dan Oli yang sedang menghabiskan sarapan mereka. Ola dan Oli mengangguk serempak, kemudian melanjutkan makan. sama seperti yang sebelumnya, Ola dan Oli makan dengan cepat. “Kenapa kalian terlihat buru-buru sekali?” ibu menatap Ola dan Oli heran. “Kami takut terlambat bu…” Kata Ola menjawab pertanyaan ibu. Ibu ber-oh paham dan berkata, “Hati-hati di jalan nanti ya…jangan terburu-buru seperti ini..” Ola dan Oli menyalam ibu, dan berlari keluar, menaiki sepeda menuu sekolah. Di sekolah sudah ramai teman-teman mereka yang datang, semuanya sibuk becakap cakap satu sama lain. Rata rata berbicara tentang Study Tour mereka hari ini. Percakapan para murid baru berhenti ketika guru pendamping menyuruh mereka naik ke dalam Bus, perjalanan ke Pantai sudah di mulai. Sepanjang perjalanan, semua anak murid menikmati pemandangan di luar lewat jendela Bus, lama kelamaan semuanya merasa mengantuk dan tertidur. “SELURUH ANAK MURID DI HARAPKAN TURUN DARI BUS! KITA SUDAH SAMPAI DI PANTAI!” Suara dari Toa yang di pegang salah satu guru pendamping membangunkan seluruh anak murid. Mereka kemudian bergegas turun, saling sikut berebut turun lebih dulu. Akhirnya seluruh anak telah keluar dari Bus. Guru pendamping membebaskan mereka bermain. Anak-anak bersorak riang, termasuk Ola dan Oli. Mereka berdua mebangun istana pasir, mencari kerang, dan tentu saja berenang! Selam di pantai, Ola dan Oli terlihat kompak dan akur layaknya anak kembar. Guru pendamping yang melihat hali ini langsung menghubungi ibu Ola dan Oli. Ibu Ola dan Oli sudah berpesan pada guru pendamping itu untuk memberi tahu tentang Ola dan Oli pada saat Study Tour ini. Ibu khawatir Ola dan Oli bertengkar dan membuat orang lain repot. Tapi, saat mengetahui bahwa Ola dan Oli terlihat kompak dan akur, ibu merasa lega. Dan yang penting ibu tahu sekattang kapan Ola dan Oli kompak dan akur. Ola dan Oli akan menjadi anak yang kompak dan akur bila mereka pergi jalan-jalan…

TO BE CONTINUED….

 

Advertisement

Published by

Namira dan Dira

Namaku Namira dan ini adikku Dira. Ini adalah blog kami bersama yang berisi hasil hasil karya kami. Beberapa adalah hasil karya kami saat masih kecil. Jangan lupa untuk mengunjungi blog kami ya....

6 thoughts on “Tugas 3 – Namira”

  1. Haloo Namira 😀

    Wahh pas pertama aku lihat sampulnya langsung kebayang genre teenlit di toko buku.. unik lho ide sampulnya! Yang bagian gambar sampul belakang itu ditimpa sama kotak putih transparan apa gmn? Soalnya warnanya ngga seterang yg depan.. oh, atau itu opacity nya dikurangin?

    Buat peletakan obyek udah oke. Aku suka banget warna judulnya di sampul depan 😀 yg di punggung buku knp ngga disamain?

    Ceritanya juga keren! Si Oli & Ola ini tipikal kakak adek yaa… emang pada suka berantem terus baikan lagi 😛 jadi hal yg mereka suka bersama dan bikin akur itu jalan2 ya? Jadi penasaran nih lanjutannya hehehe…

    Overall this is a very good job! Keren banget, Namira!

    Poin:
    – sampul depan: 60
    – sampul belakang: 60
    – punggung buku: 30
    – ketepatan waktu: 50
    – cerita: 50
    Total: 250 poin, congrats!

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s