[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Tim Biru

Kata kunci: Misteri Danau Nessie (cerita tentang orang yang bertemu dengan Nessie dan meminta orang lain menyelidikinya)

Tipe: Menulis
Batas waktu: Senin 15 Juli 2019 pukul 12:00:00 (siang)
Poin: 30 poin untuk 1 anggota Tim Biru yang pertama kali menjawab

Ganbatte~ 🎶
*Red Team Patrol Officer*

Advertisement

Published by

marsmellowmozara

> “ɪ'ᴍ ꜱᴏᴹᴱᴏɴᴇ. ᴠɪꜱɪᴛ ᴹʸ ᴡᴇʙꜱɪᴛᴇꜱ!” < — https://mozarablog.wordpress.com — https://bukuamanda.blogspot.com

13 thoughts on “[CLOSED] Team Battle – Story Bazooka untuk Tim Biru”

  1. Menangkis serangan “Story Bazooka” dari Tim Merah…
    Judul : Hoax Monster Loch Ness
    Kata kunci : Kata kunci: Misteri Danau Nessie (cerita tentang orang yang bertemu dengan Nessie dan meminta orang lain menyelidikinya)

    OK, aku hanya membuat fan-fict berdasarkan fakta ya…
    Soalnya, di dunia nyata, yang namanya LOCH NESS, YETI atau BIGFOOT itu…
    Masih belum bisa DIIDENTIFIKASIKAN DENGAN JELAS!
    Catatan : Loch itu bahasa Skotlandia, yang artinya itu kurang lebih danau.

    Skotlandia, tahun 1984…
    Pada suatu sore, Agnes, seorang gadis kecil berusia delapan tahun berjalan-jalan ke sekitar daerah Loch Ness. Agnes memang suka jalan-jalan sore sebelum makan malam, terutama sekitar mulai jam lima sore sampai jam setengah enam. Pada saat itu, air Loch Ness menampilkan warna senja yang indah, dan ia menyukai hal itu.
    Konon, ada orang-orang yang pernah melihat Monster Loch Ness. Banyak orang yang mengkritik kebiasaan Agnes, yang suka berjalan-jalan di sekitar daerah Loch Ness.
    “Hm…memang sudah sangat sore…Sebaliknya aku segera pulang…” Ucap Agnes seraya mengamati bayang-bayang yang berada di sekitarnya. Ia berbalik, dan pada saat itu ia melihat sebuah bayangan besar di tanah. Karena posisinya membelakangi matahari dan danau Loch Ness, Agnes langsung tau bahwa “bayangan” itu berasal dari danau. Ia berbalik untuk melihat “bayangan” itu, dan menjerit.
    Yang dilihat di hadapannya adalah sebuah makhluk yang tinggi dan besar. Makhluk itu melenguh panjang, lalu kembali masuk ke dalam air. Masuknya makhluk itu ke dalam air membuat sebagian dari air di Loch Ness terhempas, dan mengguyur badan Agnes. Gadis kecil itu segera berlari pulang dengan perasaan ketakutan.
    Sesampainya di rumah, Agnes segera berganti baju, lalu meringkuk di bawah selimut sepanjang malam. Ia tidak menghiraukan orang-orang yang mengetuk pintu kamarnya. Sekitar jam 10 malam (waktu Skotlandia ya…bukan WIB *plak*), pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
    Agnes membiarkannya. Tak lama kemudian pintu terbuka dan seorang lelaki berambut cokelat muda masuk ke kamar Agnes. Ia membawa sebuah gelas berisi susu madu panas yang diletakkan di atas nampan. Lelaki itu adalah Arthur, kakak lelaki Agnes yang sudah berumur 12 tahun.
    Arthur meletakkan nampan tadi di atas meja belajar Agnes, lalu duduk di pinggiran tempat tidur Agnes. “Agnes, kamu belum tidur ‘kan? Kakak bawakan susu madu kesukaanmu.” ucap Arthur.
    Agnes menyingkapkan selimutnya dan duduk di samping Arthur. Mulutnya sedikit terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Beberapa menit lengang.
    “Ada yang ingin kamu ceritakan?” tanya Arthur. “Ayo ceritakan pada Kakak.”
    Agnes masih terdiam sembari menatap Arthur.
    “Agnes…?”
    “Hei…”
    Agnes menunduk sebentar, kemudian menatap Arthur lagi. “Kak Arthur…Aku mau menceritakan tentang…” Agnes menarik napas sejenak, masih menatap Arthur.
    “Tentang apa?” Arthur tersenyum, ia menggandeng tangan Agnes.
    “Kakak…Kakak pasti tau kan tentang Monster Loch Ness?” tanya Agnes ragu-ragu.
    “Iya. Memang kenapa?” Arthur balas bertanya.
    “Kalau misalnya tadi kubilang…aku bertemu dengan monster itu, apa Kakak percaya?” tanya Agnes seraya memalingkan muka. “Monster itu seram sekali. Baru pertama kali ini aku melihatnya. Sebelumnya, aku tidak memercayai keberadaan monster itu.”
    “Agnes.” Arthur memanggilnya, dan tersenyum lagi. “Kamu tidak takut hanya karena monster legenda seperti itu ‘kan? Percayalah padaku tidak a-”
    “Kakak, aku benar-benar melihat makhluk yang tinggi dan besar seperti dinasaurus di dalam air. Masa Kakak mau bilang aku hanya berhalusinasi?” Agnes memotong ucapan Arthur.
    “Kamu mungkin memang tidak berimajinasi, tapi…”
    “Yang kulihat tadi betulan monster itu Kakak. Kakak mau membantuku mencari tau kebenarannya ‘kan?” tanya Agnes.
    “Baiklah. Aku akan membuktikan kalau itu bukan monster betulan.” jawab Arthur.
    _____________________________________________________________________________________________
    Sepuluh tahun kemudian…
    Skotlandia, tahun 1994…
    Pada tahun 1994, Agnes dan Arthur bukanlah lagi seorang gadis berusia 8 tahun dan seorang lelaki berusia 12 tahun. Sekarang, Agnes sudah berusia 18 tahun, dan kakaknya Arthur, sudah berusia 22 tahun. Pada tahun 1994, misteri tentang Monster Loch Ness juga sudah terbongkar.
    “Agnes, lihat ini! Misteri tentang Monster Loch Ness yang dulu pernah kamu lihat memang rekayasa manusia!” ucap Arthur seraya memberikan selembar koran pada Agnes yang sedang minum teh di halaman rumah.
    Dengan cepat Agnes mengambil koran itu, dan membacanya. “Ah! Benar! Jadi…Yang kulihat waktu itu mungkin…”
    “Iya.” Arthur mengangguk. “Itu hanyalah trik. Tapi aku heran, kenapa ada orang yang memasang trik susah payah hanya untuk menipu anak-anak.”
    “Ah, akhirnya misteri tentang Monster Loch Ness terbongkar! Aku senang sekali!” ucap Agnes.

    Liked by 3 people

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s