[CLOSED] Team Battle: Confetti untuk Tim Biru

Kata kunci: Pesan Rahasia

Tipe: boleh tulisan atau gambar

Batas waktu: Minggu 14 Juli 2019 pukul 23:59:59

Poin: 200 poin per anggota yang menjawab

Good luck!

20 thoughts on “[CLOSED] Team Battle: Confetti untuk Tim Biru”

  1. Menangkis serangan Confetti 🙂

    Anita berlari lari di atas pasir Pantai yang lembut. Hari ini orang tua Anita mengajaknya ke Pantai untuk liburan setelah ujian sekolah. Anita sangat senang sekali. Dia menyiapkan segala seuatu yang diperlukan dengan teliti, Mulai dari topi, Sunblock, dan tentu saja, Makanan! Semuanya di masukkan Anita ke dalam tasnya dengan rapi. “Papa! Mama! aku haus!” Anita menghampiri orang tunya. Orang tuanya tersenyum sambil menyerahkan es Kelapa muda yang segar. Anita menghabskannya dalam sekejap karena sangat haus sehabis bermain di bawah teriknya matahari Pantai. Anita kemudian berlari lagi, dia ingin berenang! “Anita! Hati hati! jangan berlari lari, lebih baik jalan saja…Nanti kamu jatuh lho…” Mama Anita mengingatkan. Tapi, Anita tidak mendengarkan perkataan Mamanya. Dia tersandung saat berlari. “Aduuuhh…sakitnya…” Anita memegangi lututnya yang memerah. “Eh…apa ini? Sebuah botol?” Anita mengambil sebuah botol yang membuatnya tersandung tadi. “Sejak kapan, orang masih menggunakan surat dalam botol? bukankah orang sudah menggunakan HP?” gumam Anita pelan. Dia membuka tutup botol itu, dan mengeluarkan sebuah kertas. Anita membuka kertas itu. “Kosong? Apa maksudnya?” Anita bingung. Dia kemudan mencoba mengarahkan kertas itu ke arah sinar matahari yang terik. Tidak ada apa apa di sana, kertas itu tetap kosong. Anita menaburkan pasir di pantai di atas kertas itu. Agak aneh memang. Bagaimana mungkin tulisan akan muncul dengan menaburkan pasir di atas kertas? Tapi, apa salahnya di coba. Anita bahkan mengubur kertas itu. Tetap saja tulisan tidak ada yang muncul. Anita mencoba menggosok gosokkan kertas itu dengan tangannya. Tapi, alih alih muncul sebuah tulisan, malah kertas itu semakin tipis dan hampir koyak. Anita menyerah dan memutuskan mencobanya lagi sewaktu di rumah. Rasa penasarannya tinggi sekali. Dia menggulung kertas itu, kemudian memasukkannya dengan hati hati ke dalam botol itu sebab kertas itu sudah hampir koyak karena di gosok gosok oleh Anita tadi. “Ini akan menjadi seru! mungkin saat aku berhasil memecahkan apa sebenarnya isi surat ini, mungkin aku bisa pamer ke teman teman di sekolah saat masuk nanti…” Anita terkikik membayangkan wajah teman temannya yang penasaran sama sepertinya saat ini. Dia bergegas memasukkan tulisan itu ke dalam tasnya. Dia melihat kanan dan kiri saat memasukkan tulisan itu ke dalam tasnya. Seperti takut benar ada yang melihatnya. Padahal, sebenarnya Anita tidak tahu bahwa pembuat surat itu mengawasinya dari kejauhan. “Anita…kamu sudah puas bermain?” Papa dan Mama Anta datang menghampiri. “belum! Anita masih mau mencari kerang dan membuat istana pasir! Ngomong ngomong Papa dan Mama dari mana?” Tanya Anita. “Itu…eh…kami dari….eh..” Papa dan Mama Anita menjawab gugup. “Dari mana? Hayooo…” Tanya Anita. Matanya menyelidik. “Emmm…kita main istana pasir yuk!” kata Mama mengalihkan pembicaraan. “Sejak kapan Mama mau bermain main?” Tanya Anita lagi lagi dengan pandangan menyelidik. Anita merasa ada yang aneh dari Papa dan Mamanya. “Yah…sekali sekali gak apa apakan kalau Mama bermain?” Kata Mama. Anita mengangguk senang, dia kemudian menarik tangan Mamanya sambil menenteng ember peralatan bermain istana pasir. Anita menghabiskan harinya bermain main di pantai dengan kedua orang tuanya. Saling mengejar di atas lembutnya pasir pantai, mencari kerang kerang. Papa bahkan sempat tercapit kepiting, membuat Anita tertawa sampai berguling guling. Papa hanya nyengir, sambil mengurut urut tangannya yang sakit. Mereka pulang pukul tiga sore. Anita tidak lupa tentang ‘Pesan Rahasia di dalam botol’ miliknya. Dia mencari cari buku yang mungkin dapat membantu. Akhirnya dia memutuskan mengambil sebuah buku berjudul, ‘Secret message in the bottle’. Dia membuka buka halamannya secara acak. Di halaman yang di buka Anita tertulis, ‘Pangeran Khalid menemukan pesan rahasia di dalam sebuah botol. Dia kemudian meminta seorang penasihat kerajaan untuk membantunya. “Yang mulia pangeran…aku tahu cara memecahkan masalah mu ini..” kata penasihat kerajaan. “Apa itu wahai penasihat?” tanya pangeran Khalid dengan mata berbinar binar. Si penasihat tersenyum, “aku punya dugaan bahwa si penulis membuat tulisan dari cuka. Jadi, silahkan Yang mulia pangeran mendekatkan surat ini ke api lilin.” Pangeran Khalid melakukan perintah si penasihat. Tulisan itu perlahan lahan muncul. Tulisannya adalah, “JIKA KAU INGIN MEMBEBASKAN IBUMU, PERGILAH KE GUA DI UTARA KERAJAAN DENGAN MEMBAWA UANG TEBUSAN YANG LAYAK….” Akhirnya ibunda Ratu berhasil di bebaskan oleh pangeran Khalid.’ “Ah…aku harus mencobanya!” Kata Anita dalam hati. Dia kemudian mencobanya. Tak lama kemudian tulisan tulisan itu perlahan lahan muncul di atas kertas. “Hmmm…bacaannya adalah, ANITA! SELAMAT BERLIBUR DI PANTAI YANG INDAH INI! SEMOGA KAMU SENANG! DARI PAPA DAN MAMA…Eh?” Dahi Anita berkerut. Pantas saja orang tua Anita agak gugup menjawab pertanyaan Anita saat Anita menemukan ‘Pesan rahasia di dalam botol ini sewaktu di Pantai. “Walaupun begitu…aku senang krena bisa memecahkan isi surat ini dan juga menghilangkan rasa penasaranku..”

    Liked by 2 people

    1. Wuahhh bagus banget ceritanya Namira! Aku suka penggambaran liburan Anita dan orang tuanya di pantai. Juga dengan rasa penasarannya Anita, aku beneran ikut penasaran lho xD sebuah cerita yang indah dan bikin aku tersenyum. Good job!

      +200 poin, congrats!

      Like

  2. Tangkis ! Story Mode !

    Judul:pesan rahasia

    Lala adalah seorang anak yang suka sekali membaca.
    Suatu hari Lala pergi ke perpustakaan sekolah. Dia tertarik membaca buku yang berjudul
    “THE SECRET BOOK”. Ketika Lala membuka halaman pertama, Lala melihat selembar kertas yang jatuh dari buku tersebut. Lala memungut kertas itu. penjaga perpustakaan melihat Lala, kemudian menyita selembar kertas yang ada di tangan Lala.
    Lala bingung, selama ini Lala tidak pernah menemukan kertas misteri itu.
    “Sepertinya itu adalah pesan rahasia”. Gumam Lala.
    Esoknya Lala menemukan kertas itu lagi!
    kejadian yang sama terulang terus sampai hari yang ke-10.Lala di panggil ke ruang Kepala sekolah.
    Teman-temannya menatap kasihan kepada Lala,
    karena murid yang di panggil ke ruang Kepala sekolah adalah murid-murid yang berbuat salah. Mereka akan di adili di ruang kepala sekolah kemudian di hukum. Dan sesampainya di ruang guru, Lala melihat kado besar. “Siapa yang ulang tahun ?”. Lala menatap kado itu tidak mengerti. Pak Mahmud sebagai Kepala sekolah memberikan kado itu kepada Lala.
    pak Mahmud memberi selamat kepada Lala.
    “selamat ya Lala kau adalah murid yang suka membaca dan pintar. Kau pasti menemukan selembar kertas ini setiap kali membaca buku”. Lala mengangguk ~ masih bingung ~ kemudian Lala mengambil kado yang di berikan pak mahmud. Dia mulai mengerti rupanya itu adalah kertas penanda yang sengaja di selipkan diantara lembaran buku di perpustakaan, ini sengaja di lakukan agar murid murid mau membaca. Saat keluar ruangan kepala sekolah Lala tersenyum lebar sekali tak bisa di gambarkan wajah senangnya itu.

    ~ TAMAT ~

    Liked by 2 people

    1. Yaaay! Gak disangka ternyata itu pesan dari kepala sekolah buat anak2 yg rajin baca yaa 😀 aku juga nebak2 tadi, kenapa si Lala ditangkap sedangkan dia gak bersalah haha… taunya mau dikasih hadiah.. Ah keren banget ceritanya, Angga 🙂 Good job!

      +200 poin, congrats!

      Liked by 1 person

  3. Penulis : Khalisa NFS
    Tag : Confetti

    Pesan Rahasia
    “Hati-hati Di!” pesan Lintang.
    Aku mengangguk. Dengan hati-hati kupanjat pohon mangga Pakde, lalu dengan cekatan kupilih mangga yang sudah matang.
    “BERANDAAAAAAAAAAAAAAAAL!”
    Aku jatuh dari pohon. Di hadapanku dan Lintang, Bude tampak marah. Ia menarik bajuku dan baju Lintang, dan menyeret kami ke beranda rumahnya.
    “Kalian itu nakal!”
    “Sukanya nyolong mangga!”
    “Nggak tau diri!”
    Aku menunduk, dan perlahan-lahan dengan jariku kubuat pesan rahasia dengan Lintang. Rupanya, Bude melihatnya. Wajahnya merah padam lalu…
    “AWWW!”
    Siang itu, karena bermain pesan rahasia dan nyolong mangga Pakde, pantatku dan pantat Lintang sama-sama dirotan oleh Bude.

    Liked by 1 person

    1. nahh yang ini baru bener hehehe… jadi untuk jawab serangan kita reply sebagai komentar. sedangkan untuk kasih serangan kita bikin postingan baru ^^ good job, khalisa!

      +200 poin, congrats!

      Like

  4. STORY😊

    Yes!Klara thought,It’s schooltime!Klara was really desperate to go to school.Klara was a really strange girl. Most people hates school,but,she absolutely loves it.While whistling,Klara was buttoning up her pearl-white shirt.Now,she was ready!She just needs to brush her teeth,have breakfast and pack up!Quickly,Klara brushed her teeth.Then,she went downstairs to eat breakfast with her family.But,breakfast was different today.Klara’s dad wasn’t here.
    “Mom,where’s Papa?”Klara asked her Mom.
    “Oh,darling,I’m so sorry,but…”Mom hesitated;Mom didn’t want to say this.
    “What is it?”shouted Klara.
    “We…Had a big argument…Then he just…Went away from me…”Mom told Klara,while crying.
    “Oh Mom!”Klara said,hugging her Mom tightly.
    “Don’t worry,you’ll still have me and Lola!”
    “Yeah,but Lola’s all grown up now.She’s moving to her personal new house today.”
    “What!She is?”Mom nodded.Now Klara was panicking.How can I go to school now?she thought,Mom can’t drive…

    Klara was told to go to school with her bestie,Alya.Alya is a really kind person,and has really kind parents too.
    “Come in the car Klara!I won’t bite!”Alya said kindly.
    “Yeah,I’ll come!I just need to tie my laces!”replied Klara.
    “So,is Lola moving out today?”
    “Yeah.And Papa moved too,”sighed Klara.
    “I know.”
    “How?”
    My mum and dad told me.That’s horrible Klara.Poor you,”Alya whispered to Klara’s ear.Klara just kept quiet.Klara never even said anything when she and Alya was halfway up at school.When they finally arrived,Klara didn’t want to leave.
    “Come on darling,you’ll be alright,”Auntie Kania encouraged Klara(Auntie Kania is Alya’s mother).
    “Aunt,I don’t feel good.Not as in the physical type,as in…The mind type,”Klara said,in an ashamed voice.
    “I know how you feel Klara.When I was only three,my father died.Oh,he was a great man,but he died.As Mrs.Irene said,’People do come and go,so don’t become too sad.You’ll meet them soon.’That is a great saying,but not so good in my occasion right?”now Klara was laughing.
    “Yeah,I get what you mean.I’ll try not to be so soppy at school,I promise,”Klara said.
    “Good!That’s my girl’s bestie!Come now,come out or you’ll be late!”.

    When they were sorted into their new lines,Klara secretly went beside Alya.
    “Psst,Alya.Please sit next to me,please!”begged Klara.
    “I dunno,I really want to sit next to Yani,she looks cool.You can come too,if you like,”replied Alya.Klara cannot quite believe that her BFF would sit next to a horribly mean girl.
    “Why would you sit next to that meanie?”Klara asked Alya before she could stop herself.
    “You’re the mean one,Klara!Calling her a meanie when you’ve not even met her!”said Alya.
    “You’re the one that doesn’t know her!I’ve been made fun of by her in Year 1!”
    “Well,good for you!”
    “I don’t care,you can sit next to her if you like!”
    “FINE!”

    Klara was really sad now.She lost both her father and sister,plus her bestie.
    “Ok boys and girls!Please take a seat!”said Miss.Rudy.Klara chose a seat not so far from Alya.Klara worried that Alya might start gossiping about her if she was sitting far away.But,that was a really bad idea.At snacktime,when Klara went past Alya’s table,she heard Alya and Yani’s friends talk about her.Klara was furious now.
    “Oi!What do you think you’re saying,huh?”boomed Klara.
    “None of your business,eavesdropper!”Yani shouted back,while pointing at Klara and calling her eavesdropper.
    “STOP!LEAVE ME ALONE!”cried Klara.Klara stormed out of her classroom.Alya gasped.Klara was right,she thought,Yani is horrible.
    “Klara was right about you!You are horrible!”Alya shouted to Yani,then left the table.Klara wasn’t aware.When she was running to the toilet,she bumped past Miss.Rudy,who sneakly went and followed Klara to the toilets.Miss.Rudy can hear Klara crying and sobbing.

    “Klara?Are you alright?”asked Miss.Rudy.
    “Who are you?”screaned Klara.Miss.Rudy decided to past secret notes to Klara.

    TO Be Continued…

    Liked by 1 person

  5. To be Continued…
    From her pockets,Miss.Rudy got neatly stacked Post it Notes.She then wrote a message on it.It said,’It’s me,Miss.Rudy.What’s wrong?’.
    Miss.Rudy then passed the note from the bottom of the toilet’s door.Klara told Miss.Rudy everything.She then passed the note to Miss.Rudy.
    “Oh,that’s why!Come on out Klara,I need to discuss this more with you!”.
    Miss.Rudy began to ask questions to Klara more about what happened this morning.When Klara finished,Miss.Rudy promised Klara that everything will be OK,as long as Klara has a positive mind.Miss.Rudy also promised Klara that she’ll talk to Yani’s parents of Yani’s behaviour.
    “Thank you so much,Miss.Rudy!You’re the best!”Klara exclaimed,hugging Miss.Rudy.

    Miss.Rudy was right!Everything was better now!Klara was friends with Alya,Yani was told to move schools,and Klara was allowed to go to Papa’s house twice a week.Klara was so happy now.

    😁 THE END😁

    PS.Hope you like it

    Liked by 1 person

    1. When I read this I didn’t expect that it would carry a heavy subject like divorce, but you managed to tell it gracefully. After Klara’s talk with her Mom I was immediately concerned for her well being. I could imagine it must be hard for her. When she said she’s not “okay” I feel like I want to hug her. The story continues with Klara’s struggle at school with her friends, and ends with a happy ending. This is such a wonderful tale, I think there are some good messages you successfully send across. It’s really beautiful. I like it a lot. Thank you for sharing the story!

      +200 points, congrats!!

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s